Pentingnya Mengukur Kebahagiaan Pelanggan Bagi Perusahaan

kepuasan pelanggan

Berbagai pencapaian yang diterima bank bjb ini semakin meneguhkan peran sentral pelayanan pelanggan dalam mendorong performa bisnis. Keseriusan bank bjb dalam menjalankan konsep bisnis berorientasi pada kepuasan pelanggan menjadi modal berharga untuk meraih visi dan misi untuk menjadi 10 bank terbesar dan berkinerja terbaik.

Bayangkan jika hal tersebut terus berlanjut, tentu tertentu dampaknya dapat memengaruhi pendapatan perusahaan. Kepuasan dan ketidakpuasan konsumen dapat dipengaruhi dengan faktor pengalaman mengkonsumsi produk atau jasa sebelumnya.

Dengan pelayanan maksimal yang diberikan kepada pelanggan ini, tak mengherankan jika semakin banyak nasabah yang tertarik untuk menggunakan produk dan layanan jasa keuangan bank bjb. Merek yang telah berstatus sebagai nasabah juga menjadi pengguna jasa loyal bank bjb. terbentuknya loyalitas ini merupakan buah dari hasil kerja keras insan bank bjb dalam memberi pelayanan humanis. Industri pariwisata, yg didalamnnya termasuk usaha/bisnis pariwisata, pengelola destinasi pariwisata, serta usaha-usaha yang terkait sebagainya, tidak terbantahkan lagi diharuskan mengelola kepuasan pelanggannya (pengunjung/wisatawan). Dengan pelanggan yang puas, maka pengelola destinasi pariwisata atau usaha pariwisata jadi mendapatkan kemudahan dalam memperoleh pelanggan yang loyal, dikarenakan gerbang pertama dalam loyalitas pelanggan adalah tercapainya kesenangan pelanggan.

kepuasan pelanggan

Kejelasan ini bermanfaat bagi perusahaan untuk mengambil kebijakan selanjutnya dalam rangka meningkatkan kesenangan dan loyalitas pelanggan. Pengalaman pelanggan menjadi kunci keberhasilan di dunia bisnis yg kompetitif ini. Perusahaan riset pasar multinasional Frost and Sullivan, melakukan survei mengenai seberapa besar pengaruhcustomer experienceterhadap loyalitas konsumen. Hasilnya, 89% konsumen memutuskan berhenti berinteraksi denganbrandfavorit mereka, karena memperoleh pengalaman yang buruk. Dri hal seperti ini, perusahaan berisiko kehilangan pelanggan setianya.

Hal tersebut dikarenakan dalam banyak penelitian yg memperlihatkan hubungan yang berbanding lurus antara kepuasan pelanggan dengan loyalitas pelanggan. Sebelum membahas lebih jauh mengenai bagaimana bentuk hubungannya, jadi kali ini saya mau berbagi terlebih dahulu mengenai apa sih yang dimaksud dengan kepuasan pelanggan itu sendiri. Perusahaan menghubungi pra pelanggannya yang telah berhenti membeli dan beralih pemasok. Hal ini dilakukan tuk memperoleh informasi mengenai penyebab terjadinya hal tersebut.

Categories: Marketing